Benyamin Sang Artis Multitalenta yang Melegenda

Seorang legenda memang tidak akan pernah bisa dihapus oleh waktu. Meskipun raganya sudah tidak lagi ada namun karya-karyanya tetap hidup di hati orang banyak. Jika menyebut legenda seniman di Indonesia tentunya akan terasa aneh apabila tidak menyebutkan nama seorang Benyamin Sueb. Bukan tanpa alasan karena seniman yang satu ini memang sudah melahirkan banyak sekali karya-karya fenomenal di Indonesia.

Baik itu karya seni musik hingga karya seni film yang masih membekas hingga sekarang ini. Namun yang paling membuat Benyamin Sueb menonjol adalah ciri khas beliau yang selalu menonjolkan budaya dan latar belakang seni betawi yang kental. Sayangnya, generasi sekarang ini sudah banyak mulai asing dengan nama Benyamin Sueb ini. Sesuatu yang tentunya jangan sampai dibiarkan begitu saja. Supaya nama Benyamin Sueb tetap dikenal maka ada baiknya maka mulai mengenali beliau dari karya-karya dan biografi beliau seperti ini.

Biografi Benyamin Sueb

Cara terbaik untuk bisa mengenal Benyamin Sueb adalah dengan mengetahui biografi beliau secara lebih lengkap terlebih dulu. Soalnya seperti sebuah legenda besar maka tentunya sejarah panjang juga dimiliki oleh Benyamin Sueb. Mulai dari perjalanannya sebagai orang biasa hingga kemudian menjadi seniman besar. Semuanya dijelaskan secara lengkap di sini.

1. Kehidupan Awal Benyamin

Tak ubah sebuah cerita maka segala sesuatu maka pasti adalah mulainya terlebih dulu. Hal yang sama juga terjadi kepada seorang Benyamin Sueb. Beliau sendiri lahir pada 5 Maret 1939 yang lalu di daerah Kemayoran. Kedua orang tuanya adalah Suaeb dan Aisyah. Sayangnya, Benyamin harus menghadapi kenyataan pahit ketika ayahnya meninggal pada usia Benyamin masih dua tahun waktu itu.

Meski begitu, hal tersebut tidak menutup bakat Benyamin yang dimiliki sejak lahir. Bakat tersebut adalah sifat jenaka dan juga jahil yang dimiliki oleh beliau. Tidak heran apabila kemudian banyak orang terutama teman-temannya yang menyukai kehadirannya. Nyatanya kemampuan dalam berseni dan menghibur orang lain tersebut diturunkan langsung oleh kakeknya. Kakek beliau adalah Haji Ung yang merupakan seorang pemain Dulmuluk di sebuah teater rakyat.

Bakat seni yang mengalir deras tersebutlah yang kemudian membuat seorang Benyamin Sueb lantas membuat Orkes Kaleng bersama dengan saudara-saudaranya. Dalam Orkes Kaleng tersebut maka para pemainnya biasanya memanfaatkan alat-alat sederhana sebagai alat musiknya.

Sebut saja seperti kotak obat, kaleng drum minyak besi hingga menggunakan kaleng biskuit. Nyatanya peralatan sederhana tersebut tidak menghalangi mereka untuk memberikan yang terbaik. Terbukti dari Orkes Kaleng ini yang seringkali tampil untuk membawakan lagu-lagu kolonial Khas Belanda. Dari Orkes tersebutlah, kemampuan seni yang dimiliki oleh Benyamin Sueb makin terasah dan makin tajam saja.

2. Latar Belakang Pendidikan

Bukan hanya semata fokus pada seni semata maka Benyamin Sueb juga seperti kebanyakan orang lainnya juga mesti mengenyam pendidikan. Latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh Benyamin sendiri diawali ketika beliau masuk ke Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat Bendungan Jago ketika usia beliau sudah menginjak tujuh tahun.

Bahkan sejak kecil, Benyamin juga tergolong sebagai anak yang paling menonjol. Hal tersebut disebabkan karena sifatnya yang supel, suka melucu dan juga pemberani. Tidak heran apabila kemudian Bang Benyamin ini memiliki banyak sekali teman di masa kanak-kanaknya.

Namun ternyata tidak lama, Bang Benyamin kemudian pindah sekolah ke SD Santo Yusuf yang berada di Bandung. Begtiu lulus dari bangku sekolah dasar, barulah bang Benyamin kembali lagi ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan SMP-nya di Taman Madya Cikini. Untuk bangku SMU sendiri, Bang Ben kemudian melanjutkannya di Taman Siswa Kemayoran.

Pada saat itu, Bang Ben sendiri paling dikenal dengan sifatnya yang cukup pemberani. Terbukti dengan Bang Ben yang pernah melabrak seorang guru yang mengancamnya tidak akan naik kelas. Sedangkan untuk bangku kuliah sendiri, ternyata Bang Ben hanya menjalani kuliahnya selama satu tahun saja dan kemudian memutuskan untuk berhenti di tengah jalan.

3. Lika-Liku Pekerjaan Benyamin

Ternyata Benyamin Sueb sendiri setelah menyelesaikan bangku pendidikannya tidak serta merta langsung menjadi seniman seperti sekarang ini. Hal tersebut karena sebelum menjadi terkenal ternyata beliau sempat menjalani berbagai pekerjaan. Bahkan awalnya, Bang Benyamin mengakui bahwa cita-citanya adalah untuk bisa menjadi seorang pilot. Namun sayangnya, cita-cita tersebut mesti diurungkan oleh Benyamin karena sang ibunya tidak memberikan izin.

Selepas itu, Benyamin mengaku bahwa dia tidak memiliki cita-cita pasti dan kemudian memilih pekerjaan apapun yang ditawarkan kepadanya. Hal tersebut terbukti dengan Benyamin yang kemudian memilih menjadi seorang penjual roti. Tidak berselang lama setelah menjadi penjual roti, Benyamin kemudian banting setir untuk kemudian menjadi pekerja di sebuah perusahaan Bus pada tahun 1953.

Nyatanya bekerja sebagai seorang kondektur di perusahaan bus tersebut memang tidak bisa dilepaskan dari berbagai godaan. Termasuk godaan korupsi yang dianggap Benyamin sangat menganggu waktu itu. Sesuatu yang kemudian membuat ia memutuskan mengundurkan diri karena takut dibayang-bayangi dengan razia korupsi.

Tidak berhenti sampai di situ saja usaha dari Benyamin dalam mengejar karir yang diinginkan. Terbukti dengan beliau yang kemudian menekuni berbagai pelatihan dan juga pendidikan. Sebut saja seperti mengikuti Kursus Lembaga Pembinaan Perusahaan dan Pembinaan Ketalaksanaan yang dilakukan pada tahun 1960. Dilanjutkan dengan Latihan Dasar Kemiliteran Kodam Jaya V hingga Kursus Administrasi Negara. Perjalanan yang tentunya semakin menegaskan bahwa Benyamin membutuhkan proses yang panjang untuk bisa dikenal seperti sekarang ini.

Perjalanan di Dunia Musik

Untuk bisa dikenal sebagai seorang seniman besar maka Benyamin Sueb mengawali segalanya dari dunia musik terlebih dulu. Perjalanan dunia musik ini sendiri diawali ketika Benyamin tergabung dalam sebuah grup musik yang bernama Naga Mustika. Dalam grup musik itu sendiri, Benyamin bertugas sebagai penyanyi utama.

Sesuatu yang menegaskan bahwa beliau memang memiliki kemampuan lebih dalam suara. Grup yang berlokasi di Cengkareng ini sendiri kemudian mencarikan teman duet guna mengimbangi Benyamin Sueb. Dari beberapa orang, kemudian terpilihlah Ida Royani. Pilihan yang ternyata tergolong sangat tepat.

Karena bersama dengan Ida Royani, ternyata duet mereka di Naga Mustika menjadi sangat terkenal. Terbukti dengan lagu-lagu yang mereka bawakan berdua ternyata menjadi hits di seluruh Indonesia. Hits yang kemudian membuat beberapa penyanyi yang sedang terkenal waktu itu menjadi tersaingi.

Lagu-lagu mereka yang terkenal dan bahkan mungkin sampai sekarang ini adalah seperti lagu Kompor Meleduk, Kecrek, Gong hingga lagu Suling Bambu. Kesuksesan dari kelompok Naga Mustika ini sendiri menjadi penanda kebangkitan dari musik Gambang Kromong Modern. Sebuah aliran musik yang dianggap kuno ternyata di tangan Benyamin bisa disulap menjadi aliran musik yang kemudian disukai oleh banyak orang. Apalagi di era Orde Baru waktu dengan segala keterbatasan yang ada.  

Namun duet Benyamin dengan Ida Royani tidak bisa dilajutkan. Penyebabnya adalah karena Ida Royani mesti berpindah ke Malaysia karena urusan pribadinya pada tahun 1972. Hal tersebut pastinya membuat Benyamin dan grupnya mesti segera mencari sosok pengganti dari Ida Royani.  Sudah jelas bahwa bukan perkara yang mudah untuk bisa menggantikan sosok Ida Royani.

Apalagi kalau mengingat suksesnya duet mereka berdua yang fenomenal. Hingga kemudian grup ini berhasil menemukan sosok pengganti dari Ida Royyani yaitu Inneke Koeseoemawati. Bersama dengan partner barunya tersebut, Benyamin kemudian berusaha mengulangi kembali kesuksesan duet dan grupnya.

Terbukti dengan duet tersebut yang kemudian sukses menelurkan album yang diterima dengan baik oleh pasaran yaitu Nenamu. Dengan album tersebut, kemudian beberapa lagunya juga cukup dikenal oleh masyarakat. Sebut saja seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Penganten Baru hingga Pelajan Toko.

Tidak berhenti duet dengan Ida Royyani atau Inneke Koesoemawati saja. Namun Benyamin juga menjajal peruntungannya dengan berduet bersama Bing Slamet yang waktu itu juga sangat terkenal. Dalam duet tersebut, Benyamin dan Bing Slamet membawakan lagu Nonton Bioskop. Duet tersebut sukses besar dan membuat nama Benyamin semakin dikenal luas oleh banyak orang.

Perjalanan di Dunia Film

Bisa dibilang, kesuksesan besar Benyamin Sueb membuka banyak pintu kesempatan untuk beliau lho. Salah satu pintu kesempatan yang paling terbuka lebar adalah kesempatan tawaran untuk bermain film. Banyak produser yang kemudian menawarkan kesempatan bermain film pada beliau yang dianggap memiliki bakat besar dalam bidang seni.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya membuat Benyamin lantas mulai aktif bermain film. Tidak sekadar aji mumpung lho karena kemudian Benyamin Sueb menunjukan kapasitas dan bakatnya dalam seni akting. Terbukti dari film yang beliau mainkan berhasil menorehkan kesuksesan. Dari sekian banyak film yang sudah dimainkan beliau, ada beberapa film yang terbilang sukses besar dan masih diingat sampai sekarang ini. Apa saja sih film-film itu? Berikut ini ada beberapa daftar film yang dimaksud tersebut.

Film Intan Berduri

Film pertama Benyamin Sueb yang pantas masuk jajaran paling populer adalah film Intan Berduri seperti yang satu ini. Film ini sendiri merupakan film bergenre komedi yang disutradarai oleh Turino Djunaidy. Tidak heran apabila film ini meraih kesuksesan karena ide cerita yang terbilang unik dan juga menggelitik.

Dikisahkan ada sebuah keluarga miskin yang menemukan sebuah batu besar di sungai. Batu besar tersebut dianggap sebuah batu intan. Hal tersebut tentu saja membuat keluarga tersebut menjadi keluarga kaya raya. Namun nyatanya kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena kemudian baru diketahui bahwa ternyata batu besar tersebut hanyalah batu biasa yang belum dibentuk. Hal tersebut jelas saja membuat keluarga itu kembali menjadi miskin.

Film Benyamin Biang Kerok

Jika membahas film paling populer dari Benyamin tentunya jangan sampai melewatkan film Benyamin Biang Kerok. Bahkan kepopuleran dari film ini sampai dibuatkan remakenya yang diperankan oleh Reza Rahadian. Sayangnya, film remake tersebut tidak terlalu sukses di pasaran. sangat berbeda jauh dengan film originalnya yang sangat sukses di pasaran.

Kesuksesan tersebut disebabkan dari cerita film ini yang tergolong sangat jenaka. Dikisahkan Pengki yang diperankan oleh Benyamin hanyalah seorang supir di rumah majikannya. Nyatanya statusnya sebagai supir seringkali dimanfaatkan oleh Pengki untuk berpura-pura sebagai orang kaya.

Tarsan Kota

Film yang satu ini juga kembali memamerkan bakat akting dan kejenakaan yang dimiliki oleh Benyamin. Dikisahkan bahwa karakter bernama Ida yang diperankan oleh Ida Royani ditinggalkan oleh ayahnya ketika mereka sedang melakukan perburuan di hutan. Ketika kembali dari perburuan ternyata Ida sudah ditemukan lagi di tenda.

Ayahnya kemudian beranggapan bahwa Ida meninggal diterkam oleh harimau hutan. Mereka pun memutuskan pulang tanpa Ida. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Ida hanya tersesat di hutan saja dan kemudian bertemu dengan Tarsan yang diperankan oleh Benyamin. Tarsan kemudian memutuskan mengantarkan pulang Ida kembali ke kota. Namun Tarsan yang tidak pernah sekalipun keluar dari hutan mesti beradaptasi cepat dengan kehidupan kota.

Drakula Mantu

Masih bertahan di genre komedi, Benyamin kembali hadir dengan film mengocok perut yaitu Drakula Mantu yang dirilis pada tahun 1974. Kali ini, Benyamin berperan sebagai pemuda pengangguran yang putus asa dalam mencari pekerjaan. Kondisi tersebut membuat dia menerima tawaran pekerjaan apapun yang datang kepadanya. Termasuk memberikan rumah lama yang sudah lama kosong. Yang tidak diketahui bahwa ternyata di dalam rumah kosong terdapat keluarga drakula yang sudah lama bersemayam.

Benyamin Tukang Ngibul

Hadir dengan cerita sederhana yang merupakan gubahan langsung dari karya Nawi Ismail membuat film ini memang terasa istimewa. Dikisahkan Benyamin yang ingin memperbaiki nasib lantas pergi ke kota untuk berjualan obat. Supaya obat yang dijual bisa laku maka Benyamin mulai mengarang berbagai cerita untuk menarik minat pembeli.

Si Doel Anak Betawi

Terakhir adalah film yang bisa dibilang yang paling melegenda hingga sekarang. Apalagi kalau bukan film Si Doel Anak Betawi. Dalam film ini, Benyamin beradu akting dengan Rano Karno. Berkat kesuksesan dari film ini yang kemudian ditularkan langsung pada sinetronnya.

Tidak kalah sukses dengan filmnya karena sinetron yang juga kembali dibintangi oleh Benyamin Sueb ini juga mendapatkan respon yang sangat positif oleh penonton Indonesia.

Mendirikan Bens Radio

Kontribusi Benyamin untuk mengenalkan budaya dan juga seni Betawi tidak hanya berhenti pada film atau musik saja lho. Beliau juga kemudian melebarkan sayapnya dengan mendirikan sebuah radio khusus yaitu Bens Radio. Bens Radio ini sendiri fokus mengenalkan budaya betawi dan penggunaan bahasa Betawi secara lebih luas ke publik.

Tidak heran apabila keunikan yang dimiliki oleh radio ini membuatnya dikenal oleh bnayak orang. Sekaligus menegaskan fokus utama dari tujuan berkesenian Benyamin adalah untuk memperjuangkan budaya Betawi agar tidak dilupakan oleh generasi sekarang.

Momen Kepergian Benyamin

Tanggal 5 September 1995 akan dikenang sebagai momen kelabu bagi para pencinta Benyamin Sueb. Soalnya pada momen tersebut, Benyamin meninggal dunia dan memberikan kesedihan bagi dunia seni di Indonesia. Diketahui bahwa almarhum meninggal dunia didagnois karena serangan jantung ketika sedang bermain sepakbola.

Kabar yang jelas saja mengejutkan bagi banyak pihak karena mengingat beliau terlihat sangat sehat dan tidak pernah mengeluh sakit. Namun takdir memang tidak bisa ditolak. Untuk lokasi makamnya sendiri, jenazah Benyamin dimakamkan TPU Karet Bivak yang berlokasi di Jakarta.

Tidak berhenti sampai di situ saja, karena lokasi makam almarhum tepat berada di samping makam Bing Slamet. Hal tersebut sesuai dengan keinginan beliau yang memang apabila meninggal ingin dikuburkan di samping orang yang sudah dianggap saudara tersebut.

Dengan semua penjelasan di atas pastinya membuat kamu lebih mengenal siapa itu Benyamin. Sosok artis multitalenta yang telah menjadi legenda besar di Indonesia. Dibuktikan dengan karya-karya beliau yang tetap hidup dan tetap dikenang meskipun orangnya telah tiada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *